TERKINI

Pantai Clungup, Wisata Pesisir Malang dengan Aturan Ketat Soal Sampah

MALANG - Pengunjung Pantai Clungup di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak hanya datang untuk menikmati pantai. Mereka juga harus mengikuti aturan konservasi, termasuk pemeriksaan barang bawaan...
Pantai Clungup, Wisata Pesisir Malang dengan Aturan Ketat Soal Sampah
Foto liputan: Pantai Clungup, Wisata Pesisir Malang dengan Aturan Ketat Soal Sampah Sumber: Dok. Redaksi Garis Bumi

MALANG - Pengunjung Pantai Clungup di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak hanya datang untuk menikmati pantai. Mereka juga harus mengikuti aturan konservasi, termasuk pemeriksaan barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah plastik.

Pantai Clungup merupakan bagian dari kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC di pesisir selatan Kabupaten Malang. Kawasan tersebut memadukan wisata pantai, mangrove, edukasi lingkungan dan kegiatan konservasi.

Salah satu aturan yang diterapkan pengelola adalah pencatatan barang bawaan pengunjung di pintu masuk. Barang yang berpotensi menjadi sampah plastik diinventarisasi agar tidak ditinggalkan di kawasan wisata.

Wisatawan yang melanggar aturan atau meninggalkan sampah dapat dikenai denda.

Cara tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan ketika peningkatan jumlah wisatawan berpotensi menambah tekanan terhadap kebersihan pantai dan ekosistem pesisir.

Clungup juga dikelilingi vegetasi mangrove. Pengunjung dapat mengikuti trekking di kawasan tersebut dan, pada kegiatan tertentu, berpartisipasi dalam penanaman bibit bakau.

Lokasinya berdekatan dengan Pantai Gatra dan Pantai Tiga Warna sehingga kawasan ini juga menjadi salah satu jalur trekking pesisir.

Menurut Disway Malang, perairan Clungup relatif lebih tenang dan dangkal dibandingkan karakter banyak pantai selatan Jawa karena terlindungi gugusan pulau kecil di sekitarnya. Pengunjung tetap perlu mengikuti petunjuk keselamatan dari pengelola karena kondisi laut dapat berubah.

Tarif masuk yang diinformasikan sekitar Rp10.000 per orang, di luar parkir kendaraan. Kawasan juga menyediakan camping ground serta penyewaan tenda pada area yang telah ditentukan.

Model pengelolaan Clungup memperlihatkan bahwa destinasi alam dapat menggabungkan wisata dengan pembatasan terhadap perilaku pengunjung.

Sebab semakin terkenal suatu tempat, semakin besar pula risiko sampah dan tekanan terhadap ekosistem jika jumlah pengunjung tidak diikuti tata kelola.

Di Clungup, pesan itu dimulai sejak pintu masuk.

Apa yang dibawa masuk, seharusnya dibawa pulang lagi.

SUMBER REDAKSI: Disway Malang, 29 Agustus 2026.

TRANSPARANSI: GARIS BUMI mengolah artikel ini dari informasi yang dipublikasikan Disway Malang. GARIS BUMI tidak melakukan peliputan langsung di lokasi.

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
AG
Agung SP Jurnalis Terverifikasi

Berfokus pada liputan mendalam krisis iklim, keanekaragaman hayati nusantara, dan kebijakan transisi energi bersih berkeadilan sosial bagi masyarakat tapak.

ARTIKEL SEBELUMNYA 45 Anak Muda Susuri Hutan Dramaga untuk Lengkapi Data Biodiversitas
EDISI TERBARU Naskah terbaru lainnya sedang dalam kurasi redaktur.
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik JELAJAH BUMI
📅 1 hour ago
📅 1 hour ago
📅 1 hour ago